Kamis, 12 Mei 2016

IDENTIFIKASI SULITNYA BELAJAR MENGAJAR MATERI KIMIA DI SMA



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan kegiatan intra kurikuler yang dilaksanakan mahasiswa kependidikan yang meliputi latihan mengajar maupun tugas yang lain di luar mengajar secara terbimbing dan terpadu untuk memenuhi persyaratan dalam memenuhi profesi kependidikan atau keguruan.
Untuk menjadi seorang guru yang profesional tentunya banyak hal yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu pengembangan diri siswa yang meliputi beberapa aspek, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik secara optimal. Untuk mencapai hal itu perlu adanya suatu bimbingan kepada siswa.
Guru adalah sosok yang besar sekali peranannya dalam mencapai tujuan pendidikan nasional yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tugas seorang guru menuntut pola tingkah laku tertentu dan tingkah laku itu bersifat khas untuk jabatan seorang guru. Peranan guru adalah pola tingkah laku yang mempunyai ciri-ciri yang terdapat pada pelaksanaan jabatan guru. Guru yang baik adalah guru yang dapat menunjukkan suatu pola tingkah laku tertentu yang sesuai dengan peranannya dan dapat diterima oleh lingkungannya. Peranan guru bukan hanya menyampaikan materi pelajaran, melainkan juga sebagai fasilitator yang berarti membimbing, mengarahkan dan membantu mengembangkan pribadi anak didiknya menuju kearah kedewasaan dan prestasi belajar yang maksimal. Guru mengenal siswa didiknya baik secara individu maupun kelompok, baik di dalam maupun di luar sekolah. Guru harus memahami dan mengetahui lebih dalam tentang keadaan, tingkah laku, latar belakang dan kesulitan atau permasalahan yang sedang dihadapi siswanya. Untuk permasalahan yang terakhir ini, guru harus mampu untuk memberikan jalan keluar agar usaha siswa untuk menyelesaikan studinya tidak terganggu.
Permasalahan yang dihadapi mahasiswa PPL merupakan masalah yang sangat penting yang harus diketahui dan sangat berpengaruh secara langsung terhadap keberhasilan siswa dalam studinya, seperti kesulitan yang dihadapi dalam kegiatan belajar mengajar, bisa jadi kendala itu dari diri sendiri, media atau dari peserta didik yang dihadapi. Siswa merupakan sosok pribadi unik yang mempunyai masalah-masalah kompleks. Permasalahan yang timbul harus diketahui benar. Hal ini dimaksudkan supaya si calon guru mampu untuk memecahkan permasalahan yang dialaminya agar dapat mencapai prestasi belajar yang optimal.
Seorang guru dalam memberikan bantuan kepada anak didiknya harus memperhatikan aspek-aspek yang ada pada pribadi anak tersebut, antara lain kematangan, bakat, kemampuan, lingkungan, dan sebagainya agar siswa yang diberi bantuan tersebut dapat menyelesaikan masalah yang dialaminya secara tepat.
Studi kasus (Case Study) merupakan metode atau cara untuk mempelajari keadaan dan perkembangan klien secara mendalam dengan cara mempelajari latar belakang klien dan lingkungan serta mempelajari faktor-faktor yang diduga menimbulkan masalah, dengan tujuan membantu klien untuk mencapai penyelesaian diri yang lebih baik. Jadi mengadakan studi kasus bertujuan untuk memahami siswa atau klien sebagai individu dalam keunikannya dan keseluruhannya.
Dalam hubungannya dengan dunia pendidikan, maka studi kasus diperlukan untuk membantu mahasiswa PPL selaku calon guru yang memiliki permasalahan dan sekiranya dapat mengakibatkan gangguan dalam proses belajar dan mengajar. Hal ini dilaksanakan dengan mengumpulkan data-data penting mengenai calon guru, data-data itu sendiri lebih berkaitan dengan kesulitan yang dihadapi dalam kegiatan belajar mengajar khususnya materi kimia pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

B. TUJUAN
Studi kasus adalah kegiatan yang dilakukan oleh praktikan untuk mengenal latar belakang mahasiswa PPL yang mengalami kesulitan dalam kegiatan belajar dan mengajar serta memahami dan menetapkan jenis dan sifat kesulitan dalam KBM, faktor-faktor penyebab dan penetapan kemungkinan pemecahannya baik secara pencegahan maupun penyembuhannya.







BAB II
PROSEDUR DAN TEKNIK PENYELIDIKAN
A.  Identifikasi
Indentifikasi kasus adalah suatu usaha untuk mencari, menetapkan dan mendapatkan calon guru mana yang tergolong mengalami kesulitan dalam KBM. Langkah ini berusaha mencari siapa yang mengalami kesulitan dalam KBM. Dalam hal ini penulis memilih mahasiswa PPL dari Sekolah Menengah Atas (SMA) khususnya prodi kimia sebagai klien.
B.  Analisa Data
Program identifikasi masalah ini dilakukan untuk membantu kasus mahasiswa PPL dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis berusaha mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dalam sebagai tambahan dan pelengkap.
1.      Hasil Pengumpulan Data Melalui Wawancara
Pelaksanaan wawancara ini diciptakan dalam suasana yang akrab agar klien tidak ragu-ragu dalam mengungkapkan permasalahannya. Dari hasil wawancara diperoleh data sebagai berikut:
1.          Adanya permasalahan yang dalam pengelolaan kelas
2.          Jarak tempuh sekolah dengan rumah yang tebilang cukup jauh
3.          Siswa yang cenderung tidak tertarik dengan kimia karena sudah berpikir bahwa kimia sulit
4.          Adanya murid yang nakal dan tidak mau memperhatikan
5.          Adanya sikap cuek dari siswa terhadap guru PPL
6.          Adanya perasaan gugup saat penyampaian materi dikelas
C.  Sintesis
Dari pengumpulan data berupa wawancara yang diperoleh dengan metode di atas, secara umum dapat disimpulkan kondisi klien sebagai berikut:
a.       Kelebihan:
·         Mahasiswa PPL merasa lebih termotivasi untuk menjadi seorang guru
·         Mahasiswa PPL merasa menjadi memiliki tanggung jawab besar terhadap siswanya
·         Mahasiswa PPL merasa harus terus belajar untuk diajarkan kepada siswanya
b.      Kekurangan:
·         Tidak bisa mengelola kelas secara keseluruhan
·         Belum bisa mengambil simpati dari murid
·         Belum bisa menumbuhkan rasa percaya diri
D.  Diagnosis
Diagnosis adalah dugaan terhadap kesulitan yang dihadapi oleh klien. Diagnosis ini merupakan tahap penemuan konsistensi dan pola-pola yang menuju pada pembuatan ringkasan masalah-masalah dan penyebab-penyebabnya secara tepat, serta ciri-ciri yang paling penting. Tujuan diagnosis adalah:
1.      Mengetahui lokasi kesulitan yang dialami klien
2.      Mengetahui jenis kesulitan klien
3.      Mengetahui latar belakang yang dihadapi klien
Dari hasil identifikasi yang dilakukan, dapat ditarik diagnosa terhadap diri calon guru sebagai berikut:
Dimana lokasi kesulitan yang dialami guru PPL antara lain:
a.       Masalah kelas
b.      Masalah siswa
c.       Masalah kepercayaan diri
E.  Prognosis
Prognosis adalah langkah yang ditempuh setelah diagnosis. Prognosis merupakan suatu usaha memprediksi atau meramal kemungkinan yang akan terjadi pada siswa apabila masalah yang dihadapi tidak segera mendapat bantuan. Tujuan prognosa adalah untuk memperoleh jenis dan tehnik bantuan yang dapat diberikan kepada klien dengan melihat lokasi, latar belakang dan jenis masalah yang dihadapi klien.
Berdasarkan permasalahan yang dihadapi klien, maka hal yang akan terjadi adalah:
1.      Kegiatan belajar mengajar menjadi kurang kondusif
2.      Penyampaian materi yang tidak maksimal dikarenakan gugup
3.      Siswa menjadi tidak mengerti dengan materi dan merasa ogah-ogahan karena belum bisa mengambil simpati dari siswa
Untuk itu maka klien di atas perlu untuk diberikan bantuan untuk mengatasi permasalahan. Apabila klien segera mendapatkan bantuan setidaknya dapat:
1. Kegiatan belajar mengajar menjadi kondusif
2. Penyampaian materi jadi maksimal
3. Siswa menjadi mengerti dengan materi yang disampaikan


F.  Treatment (Pemberian Bantuan)
Usaha-usaha yang direncanakan dan dilakukan untuk pemberian bantuan kepada klien adalah sebagai berikut:
a.       Masalah kelas
·         Guru PPL dituntut lebih mengenal siswanya lebih dekat dan mampu mendalami karakter masing-masing siswa yang ada didalam kelas
·         Menghindari respon negative dari siswa
·         Mendata permasalahan dikelas untuk dirumuskan dan dipecahkan bersama
b.      Masalah Siswa
·         Guru PPL harus membuat pendekatan terhadap siswanya
·         Mengaitkan materi pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari
·         Banyak memberikan motivasi melalui contoh konkrit dari kehidupan
·         Membuat suasana pelajaran yang menyenangkan dan tidak menegangkan namun tetap serius
·         Membuat media pembelajaran yang kreatif untuk menarik perhatian siswa agar mau memperhatikan
·         Memberikan pengertian pada siswa bahwa semua pelajaran penting untuk menunjang kesuksesan untuk mencapai cita-citanya.
·         Menjadikan aktifitas belajar di kelas sebagai aktifitas yang menyenangkan selain bermain.

c.       Masalah kepercayaan diri
·         Menyiapkan diri sebaik mungkin dalam penyampaian materi
·         Menguasai benar materi yang akan disampaikan
·         Mengurangi ketergantungan terhadap orang lain  dan meningkatkan rasa percaya diri.


 

BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Dari identifikasi masalah diatas dapat disimpulkan bahwa:
1.      Indentifikasi kasus disini mengandung suatu usaha untuk mencari, menetapkan dan mendapatkan calon guru mana yang tergolong mengalami kesulitan dalam KBM.
2.      Studi kasus adalah kegiatan yang dilakukan oleh praktikan untuk mengenal latar belakang mahasiswa PPL yang mengalami kesulitan dalam kegiatan belajar dan mengajar serta memahami dan menetapkan jenis dan sifat kesulitan dalam KBM, faktor-faktor penyebab dan penetapan kemungkinan pemecahannya baik secara pencegahan maupun penyembuhannya.
3.      Pokok permasalahan yang dialami oleh guru PPL adalah:
a.       Masalah Kelas
b.      Masalah Siswa
c.       Masalah Kepercayaan diri