Ilmu kimia mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi berkaitan dengan konsep-konsep dalam kimia bersifat abstrak, merupakan penyederhanaan dari keadaan sebenarnya, dan sifatnya berurutan. Kesulitan dalam memahami konsep-konsep dalam materi kimia dapat menyebabkan terjadinya kesalahan pemahaman. Pemahaman salah yang terjadi secara konsisten disebut dengan kesalahan konsep (misconseption).
miskonsepsi merupakan salah satu tren di dalam pendidikan kimia saat ini. Apa itu miskonsepsi? Saya memahaminya sebagai suatu kesalahan dalam memahami konsep sehingga orang yang memahami tersebut memiliki kesalahan persepsi, salah berpikir, salah mengambil kesimpulan, dan juga akhirnya salah di dalam aplikasi dan salah melakukan kreasi tentang suatu konsep dimaksud.
Miskonsepsi sering terjadi di dalam materi kimia. Hal ini terutama terjadi karena media pembelajaran yang tidak memadai, sangat ala kadarnya. Selain itu cara penyampaian yang tidak memenuhi kriteria standar mengajar, termasuk di dalamnya adalah kreativitas para pengajar kimia yang sangat rendah.
Disini saya mengambil materi mengenai oksidasi reduksi. Ada beberapa miskonsepsi yang dialami siswa dalam materi ini, antara lain:
1. Peserta belajar kimia sulit menentukan pertambahan dan penurunan biloks
2. Peserta belajar kimia sering mengalami kesalahan dalam penentuan biloks suatu unsur atau senyawa
3. Peserta belajar kimia kurang mengetahui konsep bilangan oksidasi dan hubungannya dengan konsep muatan
Untuk mengatasi persoalan miskonsepsi yang terjadi di dalam materi kimia reduksi oksidasi (redoks) perlu diperhatikan hal-hal berikut:
1. Pengajar dituntut untuk lebih mempersiapkan keilmuannya di dalam materi kimia, karena miskonsepsi pada siswa dapat terjadi dikarenakan kedangkalan materi yang diajarkan oleh sang pengajar atau ilmu yang disampaikan belum mapan. Misalnya, hanya menjelaskan satu contoh saja, atau hanya menjelaskan satu defenisi redoks dari satu ahli saja. Dari kedangkalan materi yang diperoleh siswa inilah bisa terjadi miskonsepsi. Untuk itu, pengajar harus berkomitmen untuk terus belajar dan memperbaharui ilmunya agar pemahamannya tentang materi kimia khususnya reduksi oksidasi lebih dalam dan berkembang. Bila pengajar saja sudah salam memahami konsep, apalagi mereka peserta.
2. Melakukan variasi model dan metode pembalajaran materi redoks,
3. Memilih media yang tepat
Mengenai miskonsepsi kimia ini, guru kimia adalah sebagai pelaku utama harus mengintropeksi pengetahuan kimianya, membandingkan dengan beberapa sumber, dan membuat kesimpulan. Dengan kata lain, guru harus mempersiapkan sajian penjelasan sebelum masuk ke kelas agar mengurangi miskonsepsi yang dialami siswa akibat pengalamannya yang minim akan ruang lingkup kimia.
sumber:
sumber:
http://julhasratman.blogspot.co.id/2012/05/miskonsepsi-dalam-materi-kimia-reduksi.html
Menurut saya penjelasan yang saudari Trisna jelaskan sudah menarik, dari penjelasan saudari mengenai miskonsepsi, Miskonsepsi sering terjadi di dalam materi kimia. Hal ini terutama terjadi karena media pembelajaran yang tidak memadai, sangat ala kadarnya. Selain itu cara penyampaian yang tidak memenuhi kriteria standar mengajar, termasuk di dalamnya adalah kreativitas para pengajar kimia yang sangat rendah sehingga sering terjadinya miskonsepsi dalam pembelajaran kimia. jadi disini dapat di tarik kesimpulan pada materi reduksi - oksidasi ini harus di ajarkan dengan konsep yang sebenarnya, dah harus di ajarkan berulang - ulang agar siswa - siswi nya tidak terjadi miskonsepsi kembali, dan menggunakan media yang memadai.
BalasHapusMenurut saya, Pendidik berperan hanya sebagai perancang, pengelola, fasilitator, tutor, dan mentor. Sedangkan peranan buku teks pelajaran sebagai salah satu sumber belajar berkaitan dengan usaha memberikan kecakapan belajar agar mampu belajar sepanjang hayat, maka diangap perlu menyusun buku teks pelajaran yang baik. Pada saat ini, isi dalam buku teks pelajaran kimia masih sering ditemukan kesalahan konsep sehingga jika peserta didik belajar tanpa bimbingan dapat mengalami kesalahan konsep. Dengan demikian, dalam pembelajaran kimia sebaiknya menggunakan lebih dari satu sumber belajar atau misalnya menggunakan buku teks berbasis aneka sumber.
HapusSekedar ingin menambahkan dalam upaya mengatasi miskonsepsi sebenarnya dapat dilakukan dengan memperkaya strateginya, selain dengan menggunakan LKS/LKM, maka peneliti dapat melalui analog, contoh-contoh tandingan (counter example), demonstrasi dan eksperimen. Sumber miskonsepsi pendidikan kimia SMA pada peserta didik dapat berasal dari berbagai komponen sistem dan subyek pendidikan kimia, sehingga komponen-komponen tersebut seharusnya diberdayakan seoptimal mungkin dan dijaga keseimbangan proporsi fungsinya masing-masing.